Sabtu, 21 Februari 2026

Diary Ramadan

Alhamdulillah berkah. Hari pertama lagi berhalangan puasa, tapi dapat sirkel ngajak tadarus bareng. Lalu lanjut hari kedua, anak-anak mulai beradaptasi dan nggak banyak cranky karena kelaparan. Sano pun bisa full day Fast, Masya Allah. Kio tidak mau melewatkan shalat fardu di Masjid. Sedangkan Sano masih mellow, karena anak-anak lain ke Masjid sama orang tua lengkap. 

Dari kecil Kio sudah aku didik mencintai Masjid, aku ajak ke berbagai Masjid. Sholat shubuh di Masjid, merasakan nyamannya hati ketika berada di Masjid sebagai anak laki-laki. Sekarang Kio jalan sendiri ke Masjid dengan ringan. Tidak sia-sia kami pindah rumah, Insya Allah medapatkan lingkungan yang hangat dalam menerima keluarga kami.

Alhamdulillah memilih lingkungan yang baik itu sangat penting. Baik itu juga bukan tidak berbuat jahat, padahal jahat terhadap diri sendiri karena tidak menjadikan diri sebagai HAMBA. Manusia fitrahnya adalah HAMBA, kini aku membesarkan anak-anakku untuk tidak lalai pada sang pencipta. Pada akhirnya kita cuma sebentar di bumi, dan kembali pulang. Allah pun tidak akan membiarkan kita disiksa di neraka dan mendapatkan cobaan-cobaan untuk bisa layak di surga.

Tadi tiba-tiba Miyo juga datang berkunjung membawa lauk, memang si Uni satu ini jago sekali masak. Mba Acied juga mengirimkan takjil. Masya Allah Barakallah ya sistur-sisturku. Kio bilang, "Buk, jangan pindah-pindah rumah lagi ya." Itu tulisan ALLAH BLESS OUR HOME, udah capek pindah-pindah tempat terus :"( 

Nggak sabar mau ikut puasa Ya Allah, berikan kemudahan di segala urusanku Ya Allah, di Ramadan ini hingga hari-hariku yang lain. 

Kamis, 19 Februari 2026

Ramadhan Mubarak

 Ramadhaan Kariim..

Sebuah pengingat bahwa bulan istimewaa.. Banyak berdoa akan berbagai hal yang baik. Bismillah 30 hari kedepan lebih banyak menghabiskan kegiatan positif.

Menjelang ramadhan ini masya allah cobaannya. Allah punya banyak rencana yang indah. Ibuku berpesan harus lebih ikhlas dan legowo, dibentak-bentak ikhlas, semoga yang suka ngebentak aku, hidupnya bahagia selalu ya.

Aku mau mendekati Al Quran selalu, itu sumber cahaya hidupku. Sumber dari segalanya. Ya Hayyu Ya Qoyum Birakhmata astakhidzubin syar’i ma kholaqqo abbadan. 

Segala yang tidak baik, hush hush.. Energiku tidak banyak buat kalian. 

Kemarin aku hampir saja tidak melihat motor di depanku saat berbelok mengendarai mobil. Bersyukur banget orangnya baik dan ngga aneh-aneh. Ia memaafkanku atas hal itu.

Hartaku memang tidak banyak, tapi insya allah, allah mudahkan aku bisa sedekah sekalipun aku sedang sempit. Insya allah tahun ini Allah lancarkan rezekiku, mengalir deras. Biidznillah

Terima kasih teman-temanku, tempat aku melapor segala cerita hidupku sebelum aku punya tulang punggung. 

Sekarang ini kalau aku kenapa-kenapa, mereka juga jadi tempat bersandarku. Sebelum aku ketemu pasangan hidup dengan segala kriteria yang aku minta pada Allah. Seseorang yang kelak menjadi IMAM untuk aku dan anak-anak. Seseorang yang lembut hati dan tutur kata, sekufu dalam amal kebaikan, sekufu dalam latar belakang. Tempat bertukar pikiran akan banyak hal. Teman meng-upgrade diri bertholabul ilmi. Teman Ramadhan, bersahur, tadarus, tarawih, teman iktikaf untuk mengejar 10 malam lailatul qadar. Kelak berhaji pun ada mahramnya.



Ramadhan hari pertama, bertadarus online bareng Ibu-ibu sekolah. Kio pergi ke Masjid di setiap sholat fardhu. Pelan, tapi Allah kasih satu persatu hal baik. Besok insya allah kasih nikmat bertubi-tubi Aamin

Allah kasih kita cobaan di dunia ini, karena Allah terlalu sayang. Tidak mau lihat kita disiksa di neraka, Allah mau ketemu di surga. Makanya kita haruus SABAAR LAPANG DADA. Apapun itu cobaannya. Alhamdulillah Allah sesayang ituuuh.


Selasa, 20 Januari 2026

Facing 2026 Bismillah

Tulisan pertama di 2026.

Banyak bersyukurnya Alhamdulillah.

Tapi sedih dengan tangisan pertama anak-anakku. Baru lihat anak nangis sesenggukan sampai jerit-jerit Ibuuuu..Ibuuuuu.. takut banget dikira tetangga aku siksa. Sampai akhirnya Ia tertidur pulas.

Aku gatau harus sharing parenting kemana selain ke Cikgu, guru anak-anakku.

Tadi malam mereka menangis karena mendapati rumah mereka di akun socmed seseorang yang mereka kenal.

Aku pribadi tidak kaget dan sudah menyangka.

Aku pernah memimpikan rumah sebagai tempat kajian. Teman-temanku datang. Sekarang aku ikhlas, rumah kami imut, tapi insya allah terhindar dari fitnah yang menjagaku, karena dekat sekali satpam.

Aku bilang ke teman-teman ngajiku, kalian bergiliran, tapi jangan pernah andalkan rumahku. Mau yoga sendiri saja sulit :))))) 

Entah ya, aku selalu optimis semua itu akan Allah gantikan.

Cikgu bilang, "Anak-anak masih kecil, bu.. nanti kalau mereka besar juga paham".

Nanti, ketika seseorang itu datang. Insya allah anakku sudah paham, Ibu juga butuh seseorang menemani Ibunya dikala sendirian. Seseorang yang tidak melihat kekurangan Ibu sebagai bahan cacian dan gunjingan. Pasangan sesurga yang Allah datangkan, karena Ibu mencoba memantaskan diri.

Seseorang pernah berujar, hatiku busuk. Mungkin memang hati ini bukan untuk dia. Sesakit itu. Dunia bukan lagi urusanku, ada hal yang lebih besar dari itu. Membesarkan anak-anak yang kini menjadi titipanku. Kelak dihisab, setidaknya aku sudah berusaha. 

Tidak adil jika harus aku bandingkan apa yang aku dapatkan, dengan pemilik akun socmed itu. Dia full service, sedangkan aku? Dilepeh seperti kotoran. Ibuku bilang, ga ada harganya anakku.

Aku cuma manusia yang banyak kurangnya, yang  bahkan tidak pantas merasakan bahagia. Bahagiaku hanya melihat anakku bahagia. Setiap kali liburan, yang ada cuma sendirian. Aku tidak suka cari perhatian. Berjalan sendiri juga tidak apa, yang penting Allah ridho. Kita berjalan layaknya manusia normal. Allah datangkan ke bumi, untuk selalu sabar. 

Saldoku yang tidak seberapa ini, hanya kugantungkan diriku hanya pada-Nya. entah hanya cukup berapa hari. Ya Allah yang penting bensinku penuh terisi, bisa bayar listrik, sewa rumah dan cicilan, makan sih bisa di rumah Ibu =))))))))

Sepertinya aku harus mulai membuat CV, barangkali besok akhi-akhi datang mengajakku halal di Haramain. Ah rindu sekali. Tinggal disana pun aku siap. Membesarkan calon Ulama, membesarkan penghafal Al Quran.

Tidak terasa sudah 2 tahun lebih tanpa nafkah, tapi rezekinya karena banyak pujian. Lucu banget Bu Enggal tetangga lamaku bertemuku sekali saja, asisten rumah tangganya bilang, dia memujiku berhari-hari. Masya Allah. "kenapa ngga dari dulu sih mbaak kaya gini".. hahaha sulit dijelaskan.

Cikgu Tc Any, Mba Yuly, Risty, Dewi, Mba Acied, Mba Tita, Miyo.. kalian rezekiku. Till Jannah ya

Ibu-ibu sekolah yang lain, terima kasih sudah menjadi tempat aku membuang emosiku. Kalian paham betul rasanya. Nggak sabar  memberitakan kalian banyak berita bahagia dariku. Aku lelah dengan segala hal-hal negatif.

Selasa, 18 November 2025

Kabar Gembira di Usia Baru

Alhamdulillah biini'matihi tatimusolihat, 

Tanggal 28 Oktober aku cerita ke Mba Yuly tentang pertemanan atau sirkel aku. Aku butuh teman-teman yang bisa nyemangatin aku untuk bertahajud dan membayar hutang puasaku. 

Masya Allah Alhamdulillah ala kulli hal, di hari ulang tahunku, aku dan teman-teman baruku membuat grup untuk belajar tahsin bersama. Aku nggak ngerti kenapa bisa nyemplung di agama lewat banyak jalur. Tiba-tiba 2 hari dalam seminggu, aku diwajibkan datang ke majelis ilmu. Satu untuk halaqah, satu untuk tahsin. 

Tidak banyak orang yang mengingat hari lahirku. Tapi aku banyak menghabiskan waktu untuk diriku sendiri.. Di tanggal 4, aku makan bersama anak-anakku. Saat ke indomart, Kio memberiku matcha espresso, kata Kio, ini pasti Ibu suka. 

Lalu saat aku mengantarkannya makan siang, dia mengatakan, "Selamat Ulang tahun buk.." dan temannya pun ikut mengucapkannya padaku.. haha gemes..

Di tanggal 3 pun aku ada acara pengajian.. masya allah seru..

Kalau di sirkel Ibu-ibu sekolah, aku bilang  ke mereka, aku ga bisa seperti kalian, aku tidak ada pembantu seperti kalian, aku banya pekerjaan domestik, aku harus kerja cari cuan.. Kalian mau padel, tennis, ke kafe sentul, semua hajaar . Aku? Energi, waktu dan biayaku belum tentu ada wkwkwkkw.. Meanwhile beli e-toll dan bensin aja aku mikir karena beberapa bulan lagi aku harus bayar kontrakan. wkwwkwk..

Lalu kado lainnya adalah, bayar lima ratus ribu buat memperbaiki kontrakan bocor yang aku pikir bakalan yang punya kontrakan yang bayar, baru juga 6 bulan ditempati, udah jajan aja.. alhamdulillah alla kulli hal :)

Kabar dari tetangga-tetangga Jatiwaringin juga datang, hihi.. Aku dan anak-anak baik. Sekarang terseok-seok sendirian ya nggak apa-apa, Allah kan dekat. Gagal sekarang, nanti juga sukses kok. :)

Quote di usia baru, Maafkan orang yang jahat kepadamu, karena aku tidak mau Allah memperlakukanku begitu :')

Sabtu, 11 Oktober 2025

Oktober, Ber nya Bersyukur

Hidup ini ringan, yang berat itu kalau dengerin omongan orang.

Sedikit demi sedikit membuka lagi status aku kepada beberapa orang. Supaya mereka ngga bingung. Mudah-mudahan sebagai jalan buat menemukan Imam masa depan. Lucunya mereka suka minta spill, kok bisa sih? =)))))

Kalau melihat suami orang kok pada baik-baik amat ya, dipikiran ku adalah, "nanti juga Allah kasih kok"..

Kalau uang rasanya cepet banget ya habis, dipikiranku adalah, "nanti juga Allah kasih lagi kok"..

Kalau rumah yang kami tinggalin bocor, pintunya rusak dan masih banyak ini itu, "nanti juga Allah ganti kok, ini cuma sementara..."

Ringan..

Allah nggak minta kita kejar dunia, tapi mencari yang Allah ridho.

Minggu lalu tetiba diajak Padel bubos, dilema karena biasanya di hari itu aku harus ngaji.

Ya Allah aku bukan mau maksiat, ridhoi aku disetiap jalanku..

Alhamdulillah happy banget di hari itu! Nikmat Allah banyak banget kan..

Main padel gratis, ongkos juga nggak, tinggal bawa diri nggak pake ongkos, ketawa ketiwi di tempat ekslusif Sampoerna Strategic. Cobain nyetir mobil listrik keliling Jakarta. 

Adakalanya bahagia itu yang menghampiri..

Banyak tempat untuk menuangkan.. Ketika mendapatkan kata-kata buruk, aku forward ke mereka yang mengasihiku.. Mereka support system terbaikku dari Allahh.

Merindukan orang-orang yang bisa saling memuliakan, bukan saling caci mencaci. 

Allah maha melihat ya nak, Kalau Allah kasihnya segini, kita syukuri..

Sabtu, 04 Oktober 2025

Ibu Rumah Tangga dan kekuatannya tanpa penghasilan tetap

Apa iya jadi Ibu sesederhana, terima uang belanja, lalu semua beres? 

Menitipkan mereka di sekolah, lalu jadi baik?

Anak kucing saja dibesarkan dengan perasaan dan kasih sayang.

Tapi trauma besar itu, sepertinya aku pernah merepotkan orang lain karena tidak bisa membiayai diriku sendiri. Numpang hidup akutu. Akupun akan di hisab atas apa yang aku lakukan ini.

Sekarang disaat anak-anak harus men-switch otak mereka bersama Ibu yang sederhana, banyak gejolak yang mereka rasakan. Ibu mungkin baru bisa dititik ini, tapi Ibu yakin kejaiban dari Allah.

Kadang aku harus sakit karena aku bolak-balik anter jemput sekolah, belum lagi ketika sampai sekolah, mereka marah-marah karena tidak mau pulang. Kio Sano tidak betah di rumah. 

Aku tinggal mereka untuk melakukan pekerjaan rumah, tapi sekarang mereka bukan lagi anak-anaku dengan berbagai ide. Otaknya hanya mau screen time, apalagi rumah kami terbatas 50 meter ini.

Aku juga harus menitipkan mereka ke Ibu ketika aku harus bekerja, apalagi aku baru memulai, jujur berat, tapi semoga Allah mudahkan.

Aku hidup masih mengandalkan Ibu, Kalau aku gunakan waktuku untuk bekerja, anak-anak pasti akan lebih membenciku. Sekarang saja mereka tidak sayang denganku, hanya Ibuku yang mengajarkan mereka untuk tidak marah-marah dan sayang sama aku. Aku pun tidak tahu aku sampai kapan bisa bekerja lepas begini. 

Ada kalanya aku sangat kelelahan, tapi aku juga takut kehilangan anak-anak sebagai sumber tenaga dihidupku. Aku berdoa bisa kembali menjadi Ibu rumah tangga seutuhnya, Ibu-ibu normal, yang tidak lagi memikirkan uang kontrakan, penghasilan yang kini mungkin hanya bisa digunakan untuk jalan-jalan untuk numpang tidur di tempat enak.

Bismillah, 30 hari lagi usia baru, ada kabar bahagia! aamiin :)


Minggu, 03 Agustus 2025

Doa

 Masya Allah Alhamdulillah,

Tanggal 31 Juli aku banyak mendapatkan berkah, kemarin kamis aku baru saja mendaftarkan kuota Haji yang walaupun 28 tahun harus menunggu, insya allah aku ikhtiar untuk selalu memantaskan diri untuk mendapatkan panggilan tercepat. Aamiin

Lalu mobil yang selama setahun aku gunakan untuk anak-anak, sudah terjual di bulan Juli, setidaknya dengan harga yang tidak terlalu merosot. Bismillah aku ganti dengan mobil yang tidak mengecewakan anak-anak, karena mereka bilang tidak suka dengan mobil kemarin, katanya sih malu.

Apapun itu, aku usahakan semua untuk anakku dan semoga Allah ridho. Anak-anak juga mengeluh kenapa pindah rumah terus. Insya Allah suatu hari Allah kasih ya nak, rumah itu. Ibu yakin banget Allah pasti kasih kita bertiga rezeki.

Rumah yang dekat sekali dengan masjid, rumah yang memiliki tetangga-tetangga baik dan hangat. Rumah dimana kami bisa punya keluarga baru. Aamiin..

Di saat kemarin Mei aku sangat terperosok, di dzolimi oleh pemilik kontrakan. Insya Allah, Allah ijabah doaku, mempunyai kendaraan yang insya allah memang layak buatku dan anak-anak. Walaupun harganya agak mahal dan tidak masuk akal, tapi insya allah, Allah mampukan. Aku selalu berpikir, punya atau tidak punya suami, rezeki pasti sama aja, karena aku punya Allah yang Maha Kaya.

Minggu ini lanjut mau merubah kartu identitas KTP biar lebih mudah, karena kemarin pas daftar haji jadi bigung juga ditanya kok daftar sendirian ga pakai muhrim.

Doaku, Allah kasih aku usaha yang besar dan karir yang baik.. Anak-anakku di lembutkan hatinya, tidak suka marah-marah, kami bertiga sehat, selalu dalam lindungan Allah, selalu dikelilingi orang baik, jauh dari orang jahat dan dzolim. aku dan anak-anak sukses dunia akhirat. Aamiin

Minggu, 27 Juli 2025

 Satu tahun anak aku SD..

Empat kali aku mengambil rapornya. Bersama wali kelas yang selalu hangat dengan segala nasihatnya..

Beliau selalu mengapresiasi apa yang sudah Kio lakukan selama kelas 1. Kio bukan murid yang sangat patuh, tapi Kio cukup pintar mengikuti pelajaran.

Beliau bilang Kio banyak potensinya, walaupun sekarang Kio amat kecanduan gadget, membuat aku banyak bersalah, karena aku yakin kemampuannya tidak cuma disitu.

Sekarang menyuruh dia belajar ataupun les saja sulit sekali. Otaknya lebih suka scroll tabletnya.

Nanti aku yang disalahkan, katanya bosan.

Aku memamg bukan Ibu yang baik, tapi berhasil tidak marah-marah saja aku sudah bersyukur. Aku tidak mau mental mereka buruk dengan memiliki Ibu yang suka marah-marah.

Sampai nanti aku bisa kembali menjadi Ummu Madrasatul Ulla, Allah kasih kemudahan aku dan anak-anak bisa mengisi hari-hari kami lebih bermanfaat. 

Kelak, gadget bukan lagi sandaran mereka membunuh waktu.

Mudahkan aku untuk mendidik anak-anakku, Ya Allah,,


Minggu, 20 Juli 2025

Hei July

 Juli yang cukup terombang-ambing..

Qadaruallah harus sakit 2 minggu, lama banget.. Lalu tiba-tiba pengen jual mobil yang entah, ngga sreg aja sama mobil yang sekarang, karena anak-anak juga kurang suka sama mobilnya. 

Sudah lama juga tidak berkumpul dengan teman-teman mentoring, kajian bareng-bareng. Menjaga iman sendirian itu berat. Terkadang futur, bangun malam sulit sekali. Sholat dhuha pun berat.

Banyak hal selepas sakit jadi tidak bisa ditunaikan, seperti beribadah.

Bukan, aku bukan si paling solehah, hanya saja aku percaya, apa yang selama ini menjadi rezekiku, karena semua doa-doa yang selalu orang tuaku langitkan. Kami selalu diajarkan untuk memegang Al Quran setiap hari. Sebisa mungkin selepas maghrib, selepas isya, kami membaca Al Quran.

Al Quran tempat kami tidak terombang-ambing. Percaya terus bahwa, Allah sesuai prasangka hambanya. Aku tidak banyak uang, tapi aku coba berikan walaupun lagi sempit sekalipun.

Cobaan menjadi hamba Allah yang taat itu berat, di fitnah, di uji kesabaran, kesempitan, lalu bagaimana caranya bisa kuat bertahan, ternyata hidup tidak berputar disekitarku, tapi kitalah yang harus berputar pada sumber-sumber kebaikan, sumber keberkahan.  

Di hidup yang cuma sekali ini, aku ingin menjadi manusia yang hatinya damai, mudah memaafkan dan mekihlaskan, dan menjadi manusia yang baik setiap harinya.

Alhamdulillah orang-orang senang lihat aku yang sekarang, mudah-mudahan, bisa baik di dalam dan diluar.

Semua tulisan-tulisanku, adalah pengingat buat diriku sendiri.

Sabtu, 24 Mei 2025

Kemarin Mba Andar ke rumahku.. Aku ceritakan tentang keadaan yang menimpaku sekarang. Mba Andar bilang dia sudah menyangka hal ini terjadi. Dia bilang, kenapa dari dulu aku tidak kerja saja. 

Dulu teman-teman juga sudah bilang, aku harus kerja, tidak bisa menunggu sampai jadi hancur.

Bismillah ya, orang tidak perlu tahu bagaimana sakitnya, perjuangannya, suatu hari pasti akan indah.. Aku tetap fokus membesarkan anak, pasti Allah bantu untuk aku bisa membayar semua tagihan bahkan sewa rumahku. Aku percaya suatu hari nanti pun Allah akan kasih seperti dulu.. 


Jumat, 25 April 2025

Kontraktor Family

 Qadaruallah wa masya fa alla...

Mei, melanjutkan hidup dengan harus mencari-cari kontrakan..

Bismillah ya gengs, buat kenangan kalian ketika dewasa dan sudah sukses kelak, nantii kalian ingat, kita pindah-pindah kontrakan..

Alhamdulillah Allah sayang banget sama kita, bisa dititik ini, yang penting kontrakan bisa kebayar, ga sangka sampe 2x bayar kontrakan, kira-kira Allah mau sampai berapa kali sampai kita punya rumah ya. 

Nanti Ibu belikan AC dan dipan supaya kasur kita yang tidak seberapa tebal itu, tetapa menghatkan.

Tidak, insya allah kami tidak kekurangan, hanya saja Allah mau kami bersabar, mau kami berjuang.

Nikmat dunia mana lagi yang kau dustakan, Alhamdulillah

Walaupun sanggup juga sih denger orang bertanya "alamat kontrakan kamu dong mba?" instead of, "alamat rumah kamu dong mba?" :)))))) 

KIta ga bisa kontrol omongan orang, tapi ya sudah kalau masih sesekali bisa ditelan.

We are the Kontraktor Family, sampai kapan? Sampai Allah bilang cukup :)

Sabtu, 12 April 2025

 A post buat orang baik..

Lagi duduk nungguin Kio main di sekolah. Aku bilang ke Cikgu, Sano bisa marahin aku kalau aku nggak sholat.

Lalu tiba-tiba perbincangan yang entah apa, Cikgu bikin aku nangis. Yang aku ingat, aku bilang ke beliau. Aku lagi nggak baik-baik aja. Aku nggak suka lebaran. Aku nggak bisa pura kuat-kuat, aku lemah, semuanya nggak gampang buat aku. Aku tau ada banyak orang yang kondisinya lebih parah dari aku, tapi yang aku gatau, apa iya aku sekuat mereka.

Cikgu ikut nangis denger ke hopeless-an aku, beliau bilang, kenapa sih buuuukk... Kenapa kaya gituu, Ada Allah kan, jangan pernah mikir kaya gitu doong. Sedih tauukk..

Lalu sepulang dari sekolah, beliau masih ngingetin aku, baca Quran deh buk. 

Aku gatau kenapa tiba-tiba Allah kasih beliau buat ngingetin aku.

Aku bilang ke belio, makasih banyak udah diingetin, aku gatau harus bilang apa..

Berlanjut ke pesan yang panjang.. "Sabar yang luas ya, yakin selalu sama Allah, jauh-jauh prasangka buruk itu. Allah dekat sekali. Jangan dengerin perkataan orang yang suudzon, yang penting jangan dzolim sama orang lain. Segala yang negative itu menguras pikiran." 

"Allah sayang banget sama kamu, kamu pasti mampu menghadapi ujian ini. Semakin berat, semakin dekat sama Allah. Dibalik kesusahan ada kemudahan beriringan." 

Alhamdulillah, di saat aku kecewa dengan orang-orang terdekatku, aku masih punya orang lain yang peduli. Masya Allah.

Pelan-pelan bisa insya allah.. Semangattt productive lagiii, cariii duittt huhuhu

Jumat, 21 Maret 2025

A Letter for My Bapak

 Assalamualaikum Pak,

Ini anak mu yang mungkin jarang berdoa untuk mu, Pak. Tapi diantara jutaan dosaku, mungkin aku bukan anak yang baik.

Pak, aku sekarang mencoba hidup mandiri dengan kedua anakku. Belum ada pekerjaan tetap, belum ada tempat tinggal tetap, tapi aku sudah pernah berjuang Pak walaupun itu perih dan sendirian.

Ibu yang selalu mendukungku di belakang, walaupun Ia pun kena caci maki juga karena membela anaknya sendiri. 

Aku tinggal sendiri hanya dengan anak-anak, Pak. Karena ketika aku rapuh, ada saja yang cuma bisa jorokin aku.

Kalau ngga punya IMAN, mungkin aku sudah ga kuat lagi. Karena kalau menyesal, harusnya selepas Kio lahir, aku kembali bekerja saja ya Pak. 

Aku yakin rezeki Allah sangat luas. Mengabdikan diri buat keluarga, malah membuatku menjadi babak belur. Ternyata, menemani ketika susah itu tidak menjamin bahwa tidak akan dibuat susah.

Aku tidak bisa mengandalkan siapa-siapa sekarang, Ibu sibuk mengajar dan masih jadi tulang punggung untuk anak yang lain.

Aku memutuskan untuk lebih dekat dengan Maha Pencipta, karena Dia lah peganganku satu-satunya, kalau bapak tanya tentang anak pertama bapak, aku nggak tau pak, dia itu kakak aku atau bukan! Yang aku tau, dia Pakdenya anak-anakku.

Mulai sekarang, aku akan terus mendoakan Bapak. Semoga aku tetap bisa punya seseorang yang bisa melindungiku kelak.

Aku takut Pak, ditempat tinggalku ini Pak RTnya ganjen. Menyapa dibilang terlalu ramah, tidak menyapa dibilang sombong, sulit membuka diri untuk menjadi aku saat ini. Allah kasih aku yang terbaik ya Pak! Sampai nanti Allah kasih aku seseorang yang tidak pernah lupa akan Rabb nya, bisa menjadi imamku kelak, yang keluarganya baik dan sayang sama anak-anak dengan tulus. 


Sabtu, 01 Maret 2025

Maretku Subhanallah

Memulai Maret dengan ke bengkel mobil upgrade benerin semua yang rusak.. Pulang dari bengkel, HP rusak, mana mau bayar Pajak Mobil jugaak..

Ya Allah aku tahu Kau Maha Kaya, jika banyak hal yang terjadi dihidupku atas izin-Mu, Mohon mudahkan segala urusanku Ya Allah. Mudahkan segala hajat aku, Insya Allah hamba ikhlas. 

Tidak pernah bosan hamba meminta tempat tinggal untuk hamba dan anak-anak hamba di tempat terbaik yang engkau pilih. Engkau mampukan segala yang harus menjadi kewajiban kami. 

Insya Allah, aku dan anak-anakku selalu bersyukur atas rezeki-Mu..

Selasa, 18 Februari 2025

DiaryFebruary

Tadi malam mendapati pompa air di kontrakan mati, harus puter otak gimana caranya biar Kio bisa sekolah dengan tetap mandi, antara ngungsi ke rumah Ibu, atau gpp ya nggak mandi. Eh iya mandi aja pake air galon. Padahal siang juga ada janji ketemu Ibu-Ibu sekolah. Gita udah japri kalau gue harus datang, hahahaha

Catch up singkat bareng mereka, sambil dengerin kebucinan Gita sama suaminya, belum lagi si Bubuw cerita awal kesuksesan dia sama suami merintis usaha sampai mereka bisa bolak-balik ke luar negri. What A Power Couple {}

Akhirnya balik anak-anak sekolah, jemput Kio dan berjumpa Cikgu saat hujan lebat, sambil bercanda-canda sama Fenny, mereka doain gue dapat pasangan sholeh, baik, masya allah pada manis-manis amat emaaang. 

Pulang lagi ke kontrakan, owner rumah Mas Rizky super gercep bantuin nyari tukang, Dibalik kesulitan selalu ada kemudahan. Alhamdulillah. Barakallah fiikum


Kamis, 13 Februari 2025

37 Gratitude for 37 Years Old

Februari, F nya Fida.. Yeay Insya Allah. Allahumabarik

1. Alhamdulillah tahun ini dilepaskan dari hal buruk 

2. Insya allah dimudahkan dalam hajat

3. Aku bisa pelan-pelan lebih sehat, tidak gerd/asam lambung, dan lepas dari gigi impaksi

4. Mendatangi beberapa event yang membuatku lebih banyak bersyukur

5. Mengenal orang-orang yang tulus peduli.

6. Pergi ke Kabbah, Masya Allah, Alhamdulillah

7. Anak-anak insya allah semakin baik dan pulih atas keadaan yang menimpa mereka

8. Dimudahkan saat membeli kendaraan untuk anak-anak

9. Berangsur-angusr pulih dari kehancuran mental

10. Kembali merasakan tinggal nyaman bersama anak-anak

11. Masih dekat dengan orang tua dan merasakan masakan Ibu 

12. Diberikan rasa aman walaupun tinggal hanya bertiga bersama ana-anak

13. Fokus sama diri sendiri untuk menambah ilmu

14. Gadget-gadget alhamdulillah masih berfungsi baik

15. Dipermudah Allah untuk bisa membeli perabotan rumah

16. Menemukan sekolah yang baik buat anak-anak

17. Masih punya motor

18. Masih bisa bantu orang semampu aku

19. Tidak macem-macem di socmed dan masih selalu takut untuk share

20. Tidak berkekurangan, insya allah Allah cukupkan :)

21. Tahu apa yang diinginkan

22. Meluruskan niat, visi, misi hidup

23. Melepaskan apa yang belum terlepas 

24. Memaafkan

25. Ikhlas

26. Ridho

27. Lebih banyak tersenyum, becanda sama anak-anak dan teman-teman

28. Tidak iri dengan pencapaian orang lain, masing-masing orang punya jatah

29. Berguna untuk orang lain

30. Muhasabah setiap malam

31. Sholat taubat

32. Walaupun aku sudah di lempar/diusir/ insya allah aku akan punya masa depan yang indah

33. Sekarang aku mudah sekali menagis, dulu menangisku sulit, jadinya malah sakit2an

34. Aku tidak pantas disakiti

35. Menjadi pribadi yang baru, bismillah

36. Nikmat Allah sangat banyak

37. Bismillah serpihan itu akan kembali


Selasa, 21 Januari 2025

Januari 2025

Tahun 2024 kemarin adalah puncak banget aku direndahin. Aku gatau bagaimana caranya pulih, entah aku harus berjuang dari mana. Mungkin hidupku pernah merepotkan, mungkin memang aku tidak baik, tapi Allah maha pemaaf dan penolong. 

Aku juga sudah hopeless lihat keadaan aku sekarang, tapi aku tau itu kan maunya setan kalau aku sedih terus. Tapi aku juga ngga boleh abaikan perasaan ini, ketika aku keras sama diriku, aku akan jadi keras juga sama anak-anak. Mereka butuh aku yang waras.

Tahun ini aku sangat memfilter orang yang masuk dihidupku, karena entah, aku merasa dimanfatkan terkadang. Aku banyak sendiri dan hanya bertemu orang-orang yang ingin aku temui.

Setiap hari, aku tanya ke diriku. Hi Aku Apakabar? Izinkan segala perasaan tidak nyaman. Jangan terlalu keras sama diri sendiri, kamu berhak kok buat sedih. Apa yang kamu jalani kemarin itu, belum tentu semua orang sanggup. Kan memang aku sedang di uji karena dosaku banyak sekali, dosaku sedang di laundry.

Aku yakin, setiap tangis sedihku ini akan menjadi tangis haru bahagia, sampai kaget-kaget nggak percaya.. Ya Allah kok bisa sih...??

1. Bisa beli rumah di Pondok Kelapa minimal LT 200m

2. Ganti mobil dengan tahun yang lebih baru dan warna yang aku banget, plus bisa bayar pajaknya.

3. Punya karir dan bisnis yang aku mau banget dengan lingkungan yang masya allah soleh-solehah.

4. Anak-anak aku rajin sholat, beradab, sopan, hatinya lembut tidak suka marah-marah/sabar, pintar dan berguna bagi masyarakat sampai dapat sekolah yang bagus mudah banget.

5. Aku dan anak-anak sehat walafiat

6. Allah pertemukan aku dengan orang yang benar-benar baik

aamiin aamiin

 

Senin, 20 Januari 2025

#DiaryOfIbukKioSano

Dor! 

Motor rusak

Lemari rusak :))))

Alhamdulillah...

Bismillah Insya Allah ada ganti yang lebih baik, semoga yang lain masih awet-awet. aamiin

Sebenarnya kami nggak start dari nol, tapi ternyata bekerja tanpa support system itu sulit. Siapa yang bantu aku handle anak-anak dan saat ini anak-anak masih prioritas aku sampai anak keduaku kembali sekolah. Kembali ke kantor atas ajakan seorang teman, harus aku tolak. Pelajaran di sekolah Kio juga nggak mudah, aku harus mendampingi dia belajar. 

Setiap manusia yang hidup punya masalah, aku sedang mencerna tentang semua masalah yang menimpaku. Belajar ikhlas dan ridho, juga berkhusnudzon nanti Allah ganti.

Sambil belajar lagi menata hidup, sambil manifesting juga banyak power couple yang jadi inspirasi aku. Aku tidak mencari, tapi berusaha memantaskan diri kepada takdir, hingga nanti Allah pertemukan lagi sosok yang tepat untuk ibadah bersama.

Menikah adalah ibadah, kalaupun belum bisa melakukan ibadah tersebut, aku sedang ikhtiar untuk bisa mendaftar Haji tahun ini, niatku, biidznillah.

Belum ada pencapaian, belum baik, tapi insya allah ber-progres. Insya Allah aku tidak iri denga pencapaian materi orang lain yang luar biasa. Insya Allah bersyukur setiap hari, masih dikasih sehat, bisa bahagia sama anak-anak.

Menjadi perempuan tenang adalah goal terbesarku. Mudah-mudahan dengan semua gebrakan yang ada di hidup ini, selalu berpikit ini kan cuma dunia, mau di kejar seperti apapun pasti akan kalah. Tenang, Insya Allah, Allah mudahkan :)



Jumat, 10 Januari 2025

10 Januari 2025

Masih ga sangka bisa punya teman yang Allah kasih baik-baik banget. Tadi diingatkan lagi sama seorang yang belakangan ini akrab sama aku. Suka ketawa-ketawa sama beliau, beliau bilang, kalau kaya gini terus, ga semangat, stres, itu kan mau nya sayton loh, segala yang sudah pergi nanti Allah ganti. Bahkan mama temannya Kio pun juga nyemangatin, pokoknya semua sudah Allah jamin. La Tahzan

Masya Allah..

Luka yang belum sembuh dan terkadang masih juga suka ke trigger, karena selagi hidup, masalah datang bergantian, dari awal tahun baru bawaanya melow, sedih, nangis, masih banget ada. Tapi support system dari orang-orang sekitar, "jangan sampai sakit ya.." yuuuukkk bisa, bismillah..

Semoga Allah jaga kalian selalu yaa, orang-orang baik. Doain aku bisa kembali menjadi istri solehah seperti kalian, supaya sharing sama single mom ini lebih nyambung wkwkkw

Hari ini juga, aku ke trigger dengan perlakuan seseorang yang banting barang di depan aku, aku masih se fragile itu, cuma bisa nangis kalau juga bawa-bawa anak. Hal itu dilakuin sama saudara kandung aku sendiri, jadi aku suka mikir, subhanallah ya, orang lain yang ngga sedarah aja bisa lebih care sama kami loh. Ini cuma karena anak-anak aku berantakin rumahnya, bisa-bisa dia banting barang ke aku.

Pokoknya di 2025, aku cuma berharap aku dan anak-anak di kumpulkan dengan orang-orang baik, shalih, disayang Allah. aamiin

Selasa, 31 Desember 2024

2025 Bercerita

Ternyata, 4 bulan tinggal di lingkungan padat penduduk yang bukan di komplek ini lumayan harus adaptasi. Pertama, lingkungan disini adalah perkampungan, aku ga siap anak-anak menerima bahasa-bahasa kotor dari para anak tetangga, huhu.. 

Kaget jug aanak-anak tetangga main bisa sampai larut malam dan umur 2 atau 3 tahun sudah beredar tanpa orang tua. Jadi anak-anak aku tidak main keluar rumah sama sekali. Bukan, bukan karena kami sombong, anak-anak terlalu kecil dan belum bisa memfilter mana yang baik dan buruk. Sedih sih, dulu anak-anak bisa leluasa main sepeda, sekarang lebih sering balik lagi kerumah Ibuku untuk bisa lari-lari di halaman.

Rumah Ibuku juga sebenarnya bukan komplek, tapi lingkungan cukup kondusif dan tidak seberisik disini. Tetangga Ibuku juga tidak banyak mengintai, jadi kadang khawatir juga kalau di omongin tetangga, tapi aku tidak ada waktu untuk berinteraksi dengan mereka.

Acara-acara besar disini dirayakan dengan amat meriah, mulai dari maulidan dengan segala petasannya, khitanan dengan dangdutannya, tahun baru pun karoke till drop, subhanallah yaaa..

Bersyukur pemilik rumah ini baik, jadi paham kenapa dia meninggalkan rumah ini dan pindah ke Pondok bambu padahal rumah ini bangunan baru wkwkkwwk.

Insya Allah ya kalau ada rejeki mau punya rumah sendiri, mudah-mudahan tahun ini ada rejeki dan uangnya cukup, plis ya allah.