Pages - Menu

Halaman

Sabtu, 21 Februari 2026

Diary Ramadan

Alhamdulillah berkah. Hari pertama lagi berhalangan puasa, tapi dapat sirkel ngajak tadarus bareng. Lalu lanjut hari kedua, anak-anak mulai beradaptasi dan nggak banyak cranky karena kelaparan. Sano pun bisa full day Fast, Masya Allah. Kio tidak mau melewatkan shalat fardu di Masjid. Sedangkan Sano masih mellow, karena anak-anak lain ke Masjid sama orang tua lengkap. 

Dari kecil Kio sudah aku didik mencintai Masjid, aku ajak ke berbagai Masjid. Sholat shubuh di Masjid, merasakan nyamannya hati ketika berada di Masjid sebagai anak laki-laki. Sekarang Kio jalan sendiri ke Masjid dengan ringan. Tidak sia-sia kami pindah rumah, Insya Allah medapatkan lingkungan yang hangat dalam menerima keluarga kami.

Alhamdulillah memilih lingkungan yang baik itu sangat penting. Baik itu juga bukan tidak berbuat jahat, padahal jahat terhadap diri sendiri karena tidak menjadikan diri sebagai HAMBA. Manusia fitrahnya adalah HAMBA, kini aku membesarkan anak-anakku untuk tidak lalai pada sang pencipta. Pada akhirnya kita cuma sebentar di bumi, dan kembali pulang. Allah pun tidak akan membiarkan kita disiksa di neraka dan mendapatkan cobaan-cobaan untuk bisa layak di surga.

Tadi tiba-tiba Miyo juga datang berkunjung membawa lauk, memang si Uni satu ini jago sekali masak. Mba Acied juga mengirimkan takjil. Masya Allah Barakallah ya sistur-sisturku. Kio bilang, "Buk, jangan pindah-pindah rumah lagi ya." Itu tulisan ALLAH BLESS OUR HOME, udah capek pindah-pindah tempat terus :"( 

Nggak sabar mau ikut puasa Ya Allah, berikan kemudahan di segala urusanku Ya Allah, di Ramadan ini hingga hari-hariku yang lain. 

Kamis, 19 Februari 2026

Ramadhan Mubarak

 Ramadhaan Kariim..

Sebuah pengingat bahwa bulan istimewaa.. Banyak berdoa akan berbagai hal yang baik. Bismillah 30 hari kedepan lebih banyak menghabiskan kegiatan positif.

Menjelang ramadhan ini masya allah cobaannya. Allah punya banyak rencana yang indah. Ibuku berpesan harus lebih ikhlas dan legowo, dibentak-bentak ikhlas, semoga yang suka ngebentak aku, hidupnya bahagia selalu ya.

Aku mau mendekati Al Quran selalu, itu sumber cahaya hidupku. Sumber dari segalanya. Ya Hayyu Ya Qoyum Birakhmata astakhidzubin syar’i ma kholaqqo abbadan. 

Segala yang tidak baik, hush hush.. Energiku tidak banyak buat kalian. 

Kemarin aku hampir saja tidak melihat motor di depanku saat berbelok mengendarai mobil. Bersyukur banget orangnya baik dan ngga aneh-aneh. Ia memaafkanku atas hal itu.

Hartaku memang tidak banyak, tapi insya allah, allah mudahkan aku bisa sedekah sekalipun aku sedang sempit. Insya allah tahun ini Allah lancarkan rezekiku, mengalir deras. Biidznillah

Terima kasih teman-temanku, tempat aku melapor segala cerita hidupku sebelum aku punya tulang punggung. 

Sekarang ini kalau aku kenapa-kenapa, mereka juga jadi tempat bersandarku. Sebelum aku ketemu pasangan hidup dengan segala kriteria yang aku minta pada Allah. Seseorang yang kelak menjadi IMAM untuk aku dan anak-anak. Seseorang yang lembut hati dan tutur kata, sekufu dalam amal kebaikan, sekufu dalam latar belakang. Tempat bertukar pikiran akan banyak hal. Teman meng-upgrade diri bertholabul ilmi. Teman Ramadhan, bersahur, tadarus, tarawih, teman iktikaf untuk mengejar 10 malam lailatul qadar. Kelak berhaji pun ada mahramnya.



Ramadhan hari pertama, bertadarus online bareng Ibu-ibu sekolah. Kio pergi ke Masjid di setiap sholat fardhu. Pelan, tapi Allah kasih satu persatu hal baik. Besok insya allah kasih nikmat bertubi-tubi Aamin

Allah kasih kita cobaan di dunia ini, karena Allah terlalu sayang. Tidak mau lihat kita disiksa di neraka, Allah mau ketemu di surga. Makanya kita haruus SABAAR LAPANG DADA. Apapun itu cobaannya. Alhamdulillah Allah sesayang ituuuh.


Selasa, 20 Januari 2026

Facing 2026 Bismillah

Tulisan pertama di 2026.

Banyak bersyukurnya Alhamdulillah.

Tapi sedih dengan tangisan pertama anak-anakku. Baru lihat anak nangis sesenggukan sampai jerit-jerit Ibuuuu..Ibuuuuu.. takut banget dikira tetangga aku siksa. Sampai akhirnya Ia tertidur pulas.

Aku gatau harus sharing parenting kemana selain ke Cikgu, guru anak-anakku.

Tadi malam mereka menangis karena mendapati rumah mereka di akun socmed seseorang yang mereka kenal.

Aku pribadi tidak kaget dan sudah menyangka.

Aku pernah memimpikan rumah sebagai tempat kajian. Teman-temanku datang. Sekarang aku ikhlas, rumah kami imut, tapi insya allah terhindar dari fitnah yang menjagaku, karena dekat sekali satpam.

Aku bilang ke teman-teman ngajiku, kalian bergiliran, tapi jangan pernah andalkan rumahku. Mau yoga sendiri saja sulit :))))) 

Entah ya, aku selalu optimis semua itu akan Allah gantikan.

Cikgu bilang, "Anak-anak masih kecil, bu.. nanti kalau mereka besar juga paham".

Nanti, ketika seseorang itu datang. Insya allah anakku sudah paham, Ibu juga butuh seseorang menemani Ibunya dikala sendirian. Seseorang yang tidak melihat kekurangan Ibu sebagai bahan cacian dan gunjingan. Pasangan sesurga yang Allah datangkan, karena Ibu mencoba memantaskan diri.

Seseorang pernah berujar, hatiku busuk. Mungkin memang hati ini bukan untuk dia. Sesakit itu. Dunia bukan lagi urusanku, ada hal yang lebih besar dari itu. Membesarkan anak-anak yang kini menjadi titipanku. Kelak dihisab, setidaknya aku sudah berusaha. 

Tidak adil jika harus aku bandingkan apa yang aku dapatkan, dengan pemilik akun socmed itu. Dia full service, sedangkan aku? Dilepeh seperti kotoran. Ibuku bilang, ga ada harganya anakku.

Aku cuma manusia yang banyak kurangnya, yang  bahkan tidak pantas merasakan bahagia. Bahagiaku hanya melihat anakku bahagia. Setiap kali liburan, yang ada cuma sendirian. Aku tidak suka cari perhatian. Berjalan sendiri juga tidak apa, yang penting Allah ridho. Kita berjalan layaknya manusia normal. Allah datangkan ke bumi, untuk selalu sabar. 

Saldoku yang tidak seberapa ini, hanya kugantungkan diriku hanya pada-Nya. entah hanya cukup berapa hari. Ya Allah yang penting bensinku penuh terisi, bisa bayar listrik, sewa rumah dan cicilan, makan sih bisa di rumah Ibu =))))))))

Sepertinya aku harus mulai membuat CV, barangkali besok akhi-akhi datang mengajakku halal di Haramain. Ah rindu sekali. Tinggal disana pun aku siap. Membesarkan calon Ulama, membesarkan penghafal Al Quran.

Tidak terasa sudah 2 tahun lebih tanpa nafkah, tapi rezekinya karena banyak pujian. Lucu banget Bu Enggal tetangga lamaku bertemuku sekali saja, asisten rumah tangganya bilang, dia memujiku berhari-hari. Masya Allah. "kenapa ngga dari dulu sih mbaak kaya gini".. hahaha sulit dijelaskan.

Cikgu Tc Any, Mba Yuly, Risty, Dewi, Mba Acied, Mba Tita, Miyo.. kalian rezekiku. Till Jannah ya

Ibu-ibu sekolah yang lain, terima kasih sudah menjadi tempat aku membuang emosiku. Kalian paham betul rasanya. Nggak sabar  memberitakan kalian banyak berita bahagia dariku. Aku lelah dengan segala hal-hal negatif.